News Update :
Karena Anda telah Kunjung ke Blog Ini
Admin memberikan Bonus salah satu dibawah ini Untuk Kategori Paling bagus
Silahkan Klik salah satu teks dibawah ini

Kebohongan yang Sering Diucapkan Wanita pada Suami

Sabtu, 08 Desember 2012


Menurut antropolog Helen Fisher, PhD, kebanyakan istri tidak ingin membuat suaminya merasa kesal, terganggu, ataupun takut sehingga memilih untuk berbohong. Berbohong memang kadang terpaksa dilakukan untuk membahagiakan orang yang dicintai, namun tidak selamanya berbohong itu baik.

Ketika Anda sudah seringkali berbohong, maka akan sulit untuk menjaga agar kebohongan tersebut tetap bisa ditutupi di kemudian hari dan dapat menghancurkan pernikahan Anda karena hilangnya rasa kepercayaan. Berikut adalah delapan kebohongan yang sering diucapkan wanita pada suami seperti dikutip dari Woman's Day.

1. Tidak Pernah Membicarakan Masalah Pribadi kepada Teman
Kebanyakan pria tidak ingin membicarakan masalah yang bersifat pribadi kepada teman-temannya, sedangkan wanita sebaliknya. Wanita yang menceritakan masalah rumah tangga kepada teman pun takut suami akan marah jika mengetahuinya, sehingga memilih untuk berbohong.

Menurut terapis pernikahan dan keluarga Carin Goldstein, menceritakan masalah pribadi kepada teman berarti Anda lari dari masalah dan menghindari perdebatan. Jika Anda meminta solusi dari teman untuk memecahkan masalah rumah tangga, berarti Anda menanyakan pada sumber yang salah.

2. Tidak Pernah Bertemu Teman Pria Selain di Kantor
Jika suami merasa cemburu pada teman sekantor Anda, janganlah berbohong dengan mengatakan bahwa Anda tidak pernah menemuinya selain di kantor karena jika nantinya ketahuan oleh suami hanya akan menimbulkan pertengkaran. Menurut psikolog Dr. Andra Brosh lebih baik Anda mengatakan bahwa berteman dengan teman pria di kantor tidak membahayakan kehidupan rumah tangga dan tanyakanlah apa yang membuat suami merasa cemburu. Saat kedua pihak merasa aman dalam hubungan pernikahan, maka memiliki teman lawan jenis di kantor tidak akan menjadi masalah lagi.

3. Selalu Menjaga Pola Makan
Memang tidak semua pria mengharuskan istrinya untuk menjaga pola makan sehat, namun kebanyakan wanita merasa bersalah jika memakan makanan berlemak dan takut gemuk sehingga berbohong pada suami. Padahal, si dia belum tentu menghakimi jika Anda mengkonsumsi makanan tidak sehat. Daripada berbohong, lebih baik ceritakanlah pada suami tentang makanan yang sedang Anda inginkan disertai dengan humor.

4. Menjauhi Teman Wanita yang Tidak Disukai Suami
Saat menghabiskan waktu bersama teman wanita yang tidak disukai oleh suami, maka Anda cenderung berbohong untuk mencegah pertengkaran. Bayangkan jika si dia yang berbohong kepada Anda, tentunya akan mengesalkan bukan? Daripada berbohong, lebih baik Anda bicarakan hal positif tentang teman wanita yang tidak disukai suami agar si dia bisa mulai menghilangkan rasa bencinya.

5. Membeli Barang Karena Diskon Padahal Tidak
Wanita tentunya suka berbelanja sampai kadangkala menghabiskan uang terlalu banyak. Karena takut bertengkar dengan suami, tidak sedikit istri yang berbohong tentang harga barang yang dibelinya dengan alasan sedang diskon. Ketahuilah bahwa kadang suami menanyakan harga barang yang Anda beli hanya karena merasa penasaran, sehingga Anda tidak perlu membohonginya.

6. Kebohongan Kecil
Kebohongan kecil memang kadang terjadi tanpa disadari. Dr. Brosh melihat wanita berbohong tentang hal-hal kecil untuk menghindari rasa malu dan dapat menjadi masalah besar di kemudian hari. Jika Anda sedang mengalami suatu masalah, janganlah merasa malu melainkan diskusikanlah kepada suami agar dapat membantu mencarikan solusi.

7. Memalsukan Orgasme
Dari pengamatan Goldstein kebanyakan istri tidak ingin suaminya merasa malu karena tidak memuaskan di atas ranjang sehingga seringkali memalsukan orgasme saat bercinta. Daripada berbohong, cobalah untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan suami untuk membuat Anda orgasme dan katakanlah secara jujur kepadanya. Dengan jujur, suami akan merasa lebih percaya diri karena mampu membahagiakan Anda.

8. Menyembunyikan Rasa Tidak Nyaman
Sejak awal pernikahan, wanita cenderung berusaha menjaga keharmonisan dengan menyembunyikan rasa tidak nyaman yang ditimbulkan suami dan akhirnya terus berlangsung dalam jangka waktu panjang. Menurut Goldstein, menyembunyikan masalah dari pasangan dapat menjadi penyebab perceraian. Untuk itu, lebih baik utarakanlah hal-hal yang tidak Anda sukai dari suami secara jujur dan mintalah si dia untuk mengubahnya. Memang perubahan membutuhkan waktu, maka itu bersabarlah saat si dia sedang dalam tahap memperbaiki diri.
Read More | komentar (7)

4 Cara Mengusir Stres Jelang Pernikahan


 Menjelang hari pernikahan, tak sedikit calon pengantin mengalami mimpi buruk akibat terlalu banyak hal yang dikhawatirkan. Kekhawatiran itu misalnya, takut kebaya atau gaun pengantin tiba-tiba rusak, makanan kurang, tamu yang datang sedikit atau jatuh ketika berjalan ke pelaminan dan banyak lagi ketakutan serta mimpi buruk lainnya yang menghantui.

Kekhawatiran yang berlebihan saat mempersiapkan pernikahan ini bisa membuat calon pengantin stres. Bagaimana mengatasi stres tersebut? Berikut ini empat langkah yang dapat dilakukan:

1. Komunikasi yang Baik
komunikasi adalah kunci untuk menjalani sebuah pernikahan dengan baik. Sebagai contoh, ketika berkomunikasi dengan tunangan ataupun calon suami, pastikan mood ataupun emosinya sedang baik, sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Saat Anda sedang merasa tenang dan berada pada mood yang baik, katakan pada pasangan mengenai rasa frustasi, keinginan dan harapan Anda. Namun, jika tidak memiliki waktu yang baik untuk melakukan komunikasi tatap muka, tinggalkan saja catatan untuk pasangan. Katakan secara jelas, jangan pernah menghina ataupun menyinggung dan mempersalahkan pasangan. Jelaskan secara singkat dan akhiri dengan menjelaskan besarnya perasaan dan penghargaan Anda terhadapnya.

2. Berbicara kepada Sahabat
Selain dengan pasangan, tak ada salahnya Anda meluangkan waktu untuk mengobrol dengan sahabat. Berikan waktu 15 menit pada diri Anda untuk mengatakan keluhan mengenai hal-hal seputar pernikahan dan dengarkan apa yang sahabat katakan selama 15 menit kemudian. Kemudian gantilah topik pembicaraan pada topik yang lebih ringan dan bisa mengundang tawa sehingga waktu yang dihabiskan bersama sahabat menjadi menyenangkan. Perasaan dan pikiran pun akan menjadi lega seketika.

3. Mencari Bantuan Profesional
Jika Anda benar-benar merasa kewalahan dengan stres yang dialami, carilah bantuan profesional untuk melakukan konseling. Orang yang berada pada posisi netral akan melihat masalah dari sudut pandang yang objektif, mendukung serta memberikan perhatian dan juga solusi yang efektif. Beberapa pasangan bahkan pergi menemui terapi pernikahan sebagai latihan pranikah. Pakar bisa membantu Anda melalui masa transisi dari single menjadi menikah, dan mempelajari hal-hal yang baru dalam hidup setelah memiliki suami atau istri.

4. Persiapan yang Matang
Selalu persiapkan cara untuk mengatasi hal-hal yang terburuk, meskipun Anda sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ingatlah hal-hal buruk seperti perubahan cuaca, tamu-tamu yang sakit, dan berhalangan hadir, pengiring pengantin yang tidak muncul, ataupun jerawat pada dahi, mungkin saja terjadi. Dengan mempersiapkan rencana cadangan akan membuat Anda menikmati proses yang berjalan hingga hari-H.
Read More | komentar (1)

Google+ Followers

Online :

Zodiak Anda

Diberdayakan oleh Blogger.

Informasi Selebriti

Informasi Kesehatan

 
© Copyright 2012 KATA-KATA BIJAK MUTIARA SERTA KATA BIJAK KEHIDUPAN | Inspired Wordpress Hack | Proudly powered by Blogger - All Rights Reserved.
Template Design by KOD Tutor | Published by KOD Template - FTemplates4U | Modificated by Portal Online.